Memasarkan suatu produk butuh kreativitas tingkat tinggi agar dapat mengelola loyalitas existing customer dan atau merebut customer baru yang price sensitive itu.
Kreativitas. Ya, inilah senjata yang digunakan oleh PT Bakrie Telecom Tbk., untuk memaintain produk andalannya yaitu Esia sehingga produk Fixed Wireless Access (FWA) yang membidik segmen low end ini bisa berjaya di kategorinya sampai dengan sekarang.
Bentuk kreativitas mereka antara lain meluncurkan strategi bundling handset dengan Huawei dan memanfaatkan momentum tertentu untuk meluncurkan produk bundling exclusive yang ditujukan untuk komunitas konsumen tertentu, seperti paket hape esia merdeka dan esia hidayah,yang keduanya laris manis bak kacang goreng dengan beberapa fitur tambahan didalamnya Ponsel berkonten khusus seperti inilah yang merupakan upaya Bakrie Telecom untuk memberikan value yang berbeda – beda kepada setiap produk – produknya dan berhasil mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Hal ini diperkuat dengan strategi “distractive innovation” yang mereka miliki ( strategi dan inovasi untuk “mengganggu” kompetitor di pasar) sebagai blue ocean strategy mereka. Esia mencoba terbuka terhadap ide – ide baru, thinking out of the box, dan tidak lupa melakukan riset serta analisis lapangan.Inovasi lain yang mereka lakukan seperti “sms per karakter ” yang belum ada operator lain yang berpikir untuk melakukannya. Selain itu “Terima telepon dapat duit” dan ” talk time” juga menjadi bentuk inovasi dan kreatifitas dalam segi produk dan strategi marketing mereka. Mereka terus berkarya dan menelurkan ide – ide brilian untuk memperluas customer based dan mendongkrak citra Esia sebagai operator yang paling inovatif.
Arsip Harian:Desember 16th, 2008
Menurut saya orang kreatif adalah seseorang yang mampu memaksimalkan potensi mereka dari sisi internal dan eksternal mereka sendiri. Mereka yang mengembangkan dan mendukung adanya proses kreatif terjadi dalam diri mereka. Membiarkan semuanya berpikir dengan ide – ide brilian yang dimiliki dengan batasan – batasan yang alami tercipta maupun yang dibuat untuk menggapai tujuan awal. Disini saya mengambil contoh dari Ahmad Dhani.Terlepas dari sosok Dhani yang kontroversial berdasarkan opini publik, seperti kasus perceraiannya yang berlarut – larut, skandal yang dilakukannya dengan banyak wanita diluar, kehebohan yang diciptakan dari hasil karya seni yang diciptakan, dan banyak hal yang membuat popularitasnya semakin meningkat karena ekpose yang berlebihan dari media massa, dia sebagai pemimpin Republik Cinta Management atau biasa disebut “Master Mister” dalam manajemen artis tersebut, memiliki pemikiran dan ide – ide yang sangat brilian.
Dhani Ahmad Prasetyo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 26 Mei 1972; umur 36 tahun) atau yang lebih biasa dikenal dengan nama Ahmad Dhani adalah seorang musisi, penulis lagu, penata musik, dan produser Indonesia. Dhani merupakan Band leader dari grup band papan atas, Dewa 19 dan juga personel grup band The Rock. Dhani telah mencetak banyak hits dan dengan sangat mengagumkan sukses dalam mengorbitkan banyak grup dan penyanyi seperti Reza Artamevia, Ari Lasso, Tere, Ratu (sekarang Duo Maia), Agnes Monica, Mulan Jameela, Dewi Dewi, Chrisye, Sophia Latjuba, Titi DJ, Krisdayanti, dan banyak lainnya. Saat ini Republik Cinta Management yang dipimpinnya menaungi Dewa 19, The Rock, Andra and The Backbone, Mulan Jameela, Dewi – dewi, dan Snow White. Ahmad Dhani pun tidak puas sampai situ saja karena dia memiliki pemikiran sedikit kapitalis dan didukung dengan ambisinya yang kadangkala berlebihan. Republik Cinta Management dibuatnya seinovatif mungkin, membuat REPUBLIKCINTA.TV, sebuah stasiun televisi berbasis streaming video internet oleh Republik Cinta Management. Sebagai manajemen yang pertama kali memiliki stasiun televisi berbasis streaming video melalui media internet, semakin membuktikan eksistensi Republik Cinta Management (RCM) yang dibangun oleh Ahmad Dhani ini.
Selain misinya dalam RCM untuk mengembangkan kemampuan dan professionalisme musisi dan penyanyi – penyanyi indonesia, saat ini dia dengan RCMnya membuat The Rock Cafe merupakan suatu strategic business unit (SBU) baru yang dikembangkan didalam Republik Cinta Management (RCM). Inisiasi ide dan pengembangan The Rock Cafe merupakan inovasi bisnis dari Master Mister Ahmad Dhani yang direalisir sejak tahun 2007. Walaupun demikian keinginan untuk membangun suatu usaha cafe sesungguhnya sudah lama muncul dalam benak Presiden Republik Cinta ini. Hal ini dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa aktifitas cafe mempunyai keterkaitan yang erat dengan dunia musik yang telah digelutinya secara profesional sejak lama.
Dengan pemilihan genre musik rock sebagai nuansa utama cafe, maka sudah sewajarnya bila nama “The Rock Cafe” dipilih sebagai brand name dari SBU Republik Cinta Management ini. Dibangun sebagai sebuah “franchising system”, saat ini The Rock Cafe telah hadir di Jakarta (Grand Flora Hotel, Kemang) dan Topas Galeria Hotel (Bandung). Dalam waktu dekat The Rock Cafe akan dibuka di beberapa kota di Indonesia dan juga negri Jiran Malaysia.
Kreatifitas tidak pernah berhenti sampai disini, tidak memiliki batas ruang dan waktu. Begitu pula Ahmad Dhani yang tidak akan pernah berhenti berkarya bagi dirinya sendiri dan orang lain.